Kamis, 08 Agustus 2013
Rabu, 07 Agustus 2013
Renungan
Renungan
“ TUHAN YESUS,,, Maafkan Ayahku”
Pergi kau! Dasar anak bodoh! Aku tak pernah menginginkanmu lahir ke dunia ini! Karena kamu adalah pembunuh istriku!”
Kata-kata kasar kerap keluar dari mulut seorang laki-laki yang sangat
terhormat di kotanya. Laki-laki itu mempunyai seorang anak perempuan
yang sangat dibencinya. Gadis kecil itu baru berusia 7 tahun, dan harus
melewati siksaan dari ayah kandungnya sendiri sepanjang hidupnya.
“Ayah….” gadis kecil itu terisak di dalam gudang tanpa makanan selama 2 hari.
Laki-laki itu sangat kaya dan juga terkenal sangat dermawan. Banyak
orang yang menyanjung karena kebaikannya. Lelaki itu sangat terkenal
dengan belas kasihannya terhadap orang lain. Tetapi lelaki itu bisa
mendadak berubah menjadi singa saat bertemu dengan gadis kecilnya.
Tujuh tahun yang lalu, lelaki itu dan istrinya sangat menanti-nantikan
kelahiran sang buah hati mereka. Tetapi Tuhan berkata lain. Bayi mungil
itu lahir dengan selamat, tetapi sang ibu harus berpulang kepada Sang
Maha Pencipta.
Lelaki itu sangat kecewa dengan kematian istrinya.
Dan dia melampiaskan semua kebencian dan kemarahannya terhadap gadis
kecilnya. Tubuh gadis kecil itu harus menerima setiap tendangan dan
cambukan dari ayahnya. Tidak banyak rintihan yang keluar dari bibir
mungil gadis kecil itu, karena setiap kata yang keluar harus dia tukar
dengan 100 cambukan.
Setelah ayahnya merasa puas dengan
siksaannya itu, gadis kecil itu pun berlari menuju ke loteng. Di loteng
itulah gadis kecil mencurahkan semua isi hatinya. Tidak ada keluh kesah,
tidak ada makian, yang adalah hanyalah sebuah ucapan syukur.
“Tuhan, hari ini aku dipukul lagi oleh ayah. Terima kasih Tuhan, Kau
masih memberiku kekuatan untuk menerima 100 cambukan hari ini. Tubuhku
memang penuh luka Tuhan, tetapi hatiku tidak. Aku mau bersyukur terhadap
apa yang aku alami hari ini. Aku bersyukur karena Engkau masih
mengasihiku melalui Ayahku. Tadi pagi Ayah memberiku sepotong roti, aku
sangat senang karena sudah 2 hari tidak makan.”
Gais kecil itu menghapus air mata yang menetes di pipinya dan tersenyum sambil melanjutkan kalimatnya…
“Tuhan, berkati Ayahku ya. Ampuni setiap dosa-dosanya. Saat Ayah
memukulku, jangan Kau pukul Ayah juga. Aku sangat menyayangi Ayah, sama
seperti Engkau menyayangiku.”
***
“Maaf nona kecil, bisakah aku bertemu dengan orang yang lebih tua darimu di rumah ini?” tanya salah seorang petugas polisi.
“Tidak ada orang lain lagi selain saya di rumah ini” jawab gadis kecil itu dengan polos.
Polisi itu tampak ragu-ragu untuk menyampaikan kabar buruk kepada gadis kecil itu.
“Kamu putrinya?” tanya polisi itu.
“Iya benar, saya putrinya” jawab gadis kecil dengan tatapan penuh tanya.
“Ayah nona sedang berada di rumah sakit. Tadi mobilnya mengalami kecelakaan dan sekarang
kondisinya sedang kritis. Kemungkinan nyawanya tidak tertolong” ujar polisi itu.
***
Lelaki kejam itu memang sedang kritis di rumah sakit. Dalam keadaan koma, dia bertemu dengan malaikat Tuhan..
Lelaki :“Apakah saya akan tetap hidup?”
Malaikat : “Aku datang ke sini untuk menjemputmu. Seharusnya kau sudah mati dan masuk neraka”
Lelaki : “Saya tidak mau masuk neraka. Saya mau hidup. Tolonglah… Saya
orang baik dan suka menolong. Saya sering menyumbang banyak panti
asuhan”
Malaikat : “Bagaimana dengan putrimu?”
Lelaki : “Dia…” lelaki itu terdiam sejenak lalu melanjutkan kata-katanya, “Dia telah membuat istriku meninggal.”
Malaikat : “Apakah sudah benar tindakanmu?”
Lelaki : “Ya, dia pantas mendapatkan semua siksaan itu.”
Malaikat : “Apakah kamu tidak mengasihinya?”
Lelaki : “Buat apa aku mengasihi dia?”
Malaikat :“Bukankah putrimu itu pemberian Tuhan? Dan dia tidak berdosa
karena kematian istrimu. Itu semua sudah menjadi kehendak Tuhan. Istrimu
sudah bahagia di sorga.”
lelaki : “Tapi…”
Malaikat : “Benar kamu tidak mengasihinya?”
Lelaki : “Iya!”
( Lelaki itu menjawab pertanyaan terakhir sang malaikat dengan mantab.)
Malaikat : “Baiklah. Karena kamu tidak mengasihi putrimu sendiri, lalu
buat apa aku mengasihimu? Buat apa aku membiarkanmu hidup? Kamu harus
menuai apa yang telah kamu tabur. Apa yang kau siksa di bumi, maka itu
juga yang akan kau dapatkan di neraka.”
Lelaki : “Aku mohon maafkan aku, jangan ambil nyawaku.”
Malaikat : “Jangan meminta maaf padaku. Minta maaflah kepada putrimu dan berterima kasihlah.”
Lelaki : “Berterima kasih…?”
Malaikat : “Iya. Berkat putrimu, kamu tidak jadi mati. Sepanjang malam
dia berdoa untukmu. Dia takut untuk menemuimu karena kau telah
melarangnya untuk keluar rumah. Saat ini dia sedang berdoa untukmu.”
Malaikat itupn membawa roh lelaki itu menuju ke loteng rumahnya. Dia
melihat gadis kecilnya sedang berlutut dan berdoa untuknya.
“Tuhan
Yesus, tolong sembuhkan Ayahku. Ayah sedang terbaring di rumah sakit
melawan maut. Ampuni Ayah Tuhan, jangan siksa Ayahku. Aku rela berikan
tubuh dan nyawaku untuk ditukar dengan Ayah. Hanya Kau Tuhan sumber
segala kehidupan. Kau juga yang telah membuatku bertahan hidup sampai
saat ini, dan aku percaya Kau juga yang akan membuat Ayahku untuk
bertahan hidup. Aku percaya tiada yang mustahil bagi-Mu. Aku percaya Kau
Yesus yang ajaib.”
Laki-laki itu tak kuasa menahan tangis. Dia
begitu menyesal dengan semua perbuatan yang telah dia lakukan terhadap
gadis kecilnya. Dia merasa begitu berdosa dan tidak layak untuk hidup.
Malaikat itu pun membawa roh lelaki itu dan mengembalikannya kepada
tubuhnya. Ada keajaiban terjadi. Laki-laki itu telah melewati masa
kritisnya. Dokter dan perawat melihat suatu pemandangan yang luar biasa.
Jantung lelaki itu kembali berdetak setelah beberapa detik yang
lalu dinyatakan meninggal.
Air mata tampak menetes dari kedua mata lelaki itu. Mulutnya pun
membisikkan sesuatu kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, terima kasih untuk
anugrah-Mu yang luar biasa. Terima kasih untuk gadis kecilku. Aku akan
mengasihinya dengan segenap hati dan jiwaku.”
Ayat Renungan,
Markus 10:15, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak
menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk
ke dalamnya."
Pokok Renungan : TUHAN YESUS, terima Kasih atas Pengorbanan, Pengampunan dan KASIH yang ENGKAU berikan kepada Kami..
Langganan:
Postingan (Atom)
